Tips Meningkatkan Produktifitas Peternakan tanpa Antibiotik Bagian 2





Lebih Efisien dan Aman Tanpa Antibiotik

Produk pengganti berbahan alami atau organik menawarkan berbagai kelebihan yang tidak bisa diberikan oleh antibiotik. Antibiotik bersifat antimikrobial, tetapi tidak selektif. Arti nya bakteri apapun, yang baik mau pun penyebab penyakit, akan dihajar. “Keseimbangan mikroflora di da – lam usus tentu sangat perlu diper – hatikan. Pemberian antibiotik secara terus menerus akan menyebabkan gangguan keseimbangan mikroflora dalam saluran pencernaan sehingga dapat berdampak pada gangguan kesehatan dan fungsi sistem pencer – naan dan juga malah dapat mende – pre si sistem lokal dalam saluran pen – cernaan,” beber Wayan. Beberapa jenis imbuhan yang ditam – bah kan ke dalam pakan dapat mem ban – tu menjaga kesehatan dan performa sis – tem pencernaan. Baik secara langsung maupun tidak langsung mencegah gang – guan infeksi bakteri patogen dan ke lain – an sistem pencernaan akibat toksikosis.

Produk alami fitogenik dengan kan – dungan beberapa kombinasi minyak asiri mengandung substrat yang bisa ber fungsi tidak hanya sebagai antibakteria se lektif, tetapi juga dapat berfungsi se bagai antiinflamasi, antioksidan dan imu nostimulan yang tidak bisa diberikan bila menggu – nakan antibiotik. Bahkan, ia mengatakan, beberapa minyak esensial bisa berperan sebagai anti-mold (anti-jamur). Selain itu, ketersediaan asam or – ganik seperti “asam butirat” berpe – ran dalam menjaga integritas dan mengoptimalkan kinerja dari sis – tem pencernaan, terutama kerja usus dan pankreas. Wayan me – nyam paikan, sejak 2014 Sevaka sudah menghadirkan BPS PLUS dengan bahan aktif sodium butirat alami sebagai bahan aktifnya yang diproduksi teknologi “Matrix Double Buffer”. Teknologi tersebut memastikan konsentrasi sodium butirat esen – sial yang terkandung di dalamnya dilepas secara optimal di usus duodenum, jejenum, dan ilium unggas. Dengan demikian, produk asal BROC NUTRITION – Prancis ini lebih efektif menjaga integritas saluran pencernaan dan sangat efektif mengontrol bakteri entero – patogen dalam saluran pencer – naan. Walhasil, daya cerna dan penyerapan nutrisi jadi lebih opti – mal sehingga performa ternak meningkat dan keuntungan usaha ternak pun membaik. Wayan mengakui, biaya pema – kaian produk-produk pengganti AGP memang sedikit lebih mahal. Namun, “Produk pangan asal hewan ternak yang dihasilkan akan menjadi jauh lebih aman dan sehat serta secara performance produksi juga akan jauh lebih baik, sehingga bila dihitung ROI-nya (Return on Investment) akan lebih menguntungkan buat peternak,” tandasnya.



Produk Organik Sebagai Alternatif

Pengganti AGP haruslah produk yang bekerja secara langsung menekan bakteri enteropatogen, tetapi menyokong keber – adaan bakteri baik. Produk-produk or – ganik atau alami yang digunakan sebagai alternatif sebaiknya berupa produk fitogenik atau dalam bentuk minyak essensial yang bukan sekadar herbal. “Kalau sekadar herbal itu tidak bisa di – stan dardisasi dosisnya. Belum termur – nikan, masih tercampur dengan kompo – nen lain dari tumbuhan tersebut. Dia termurnikan setelah disuling, kemudian diolah menjadi produk fitogenik,” rinci Wayan. Senada dengan Wayan, Ali Beker mengutarakan, penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan akan memicu strain bakteri menjadi kebal sehingga penyakit sulit diatasi. Keberadaan produk alami atau herbal, imbuh Kepala Peneliti Departemen Hewan dan Ilmu Pangan Oklahoma State University ini, mampu menggantikan peranan antibiotik. Herbal alternatif pengganti AGP dapat memacu pertumbuhan dan mengurangi permasalahan penurunan perfor – ma unggas, seperti diare, FCR membengkak, dan tingginya angka mortalitas.

Sebagai bahan alami, produk alternatif ini mudah dicampur ke dalam air minum ternak. “Bahan alami ini alternatif akan mempengaruhi asupan pakan (feed intake), bereaksi dengan sekresi enzim pencernaan, mem – perbaiki mikroflora di dalam usus, serta meningkatkan pertum – buhan,” kata Ali. Pada kesempatan yang berbeda, Prof. Ali Agus, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) mengatakan, pemilihan alternatif imbuhan pakan yang berbasis pada bahan alami akan meng – hasilkan produk hewani yang lebih sehat. Namun demikian, produk yang digunakan harus ramah terhadap lingkungan dan ukuran partikel pakan perlu diperhatikan. Sebab, Dekan Fapet UGM ini mengingatkan, ukuran partikel akan mempengaruhi perkembangan saluran pencernaan. Terutama pada gizzard, perlu ukuran partikel yang ideal. Ukuran yang terlalu kecil membuat nutrisi tidak terserap optimal. Sementara itu, Wayan menimpali, selain memperhatikan ukuran partikel, dalam memilih pengganti AGP, perlu diper – hatikan apakah produk tersebut benar terpakai sesuai dengan wilayah target. Sebab, jelas Wayan, setiap daerah di sepanjang saluran pencernaan memiliki waktu serapan dan ukuran pH tertentu. “Prinsipnya, produk tersebut bisa bekerja di organ targetnya. When (kapan) dan where (dimana) tepat dirilisnya,” pungkas Wayan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *